Fire Protection System untuk Industri: Solusi Perlindungan dari Risiko Kebakaran

Fire Protection System untuk Industri: Solusi Perlindungan dari Risiko Kebakaran

Industri memiliki karakteristik risiko kebakaran yang berbeda dibandingkan bangunan perkantoran atau fasilitas komersial biasa. Aktivitas produksi, penggunaan mesin, instalasi listrik, penyimpanan bahan baku, proses pemanasan, hingga penggunaan cairan mudah terbakar dapat menciptakan berbagai sumber bahaya yang perlu dikendalikan.

Karena itu, fire protection system untuk industri tidak cukup hanya mengandalkan APAR atau satu jenis sistem pemadam. Perlindungan perlu dirancang berdasarkan karakteristik bangunan, proses produksi, material yang digunakan, serta potensi bahaya pada setiap area.

Dalam praktiknya, sistem proteksi dapat mencakup fire alarm, sprinkler, hydrant, fire pump, fire water tank, serta sistem pemadaman khusus seperti foam, water mist, dry chemical, atau clean agent. Standar dan sistem yang digunakan perlu disesuaikan dengan jenis bahaya dan kebutuhan fasilitas. NFPA, misalnya, memiliki standar berbeda untuk sprinkler, foam, sistem alarm, water mist, serta berbagai aplikasi khusus. (NFPA)

Di Indonesia, persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran bangunan antara lain diatur melalui Permen PUPR No. 26/PRT/M/2008, yang pada JDIH BPK tercatat berstatus berlaku. Sementara itu, PP No. 16 Tahun 2021 menjadi salah satu dasar regulasi penyelenggaraan bangunan gedung. (BPK Peraturan)

Lalu, seperti apa penerapan fire protection system pada fasilitas industri?


Apa Itu Fire Protection System untuk Industri?

Fire protection system adalah rangkaian sistem yang dirancang untuk membantu mencegah, mendeteksi, memberikan peringatan, mengendalikan, dan/atau memadamkan kebakaran serta mendukung keselamatan penghuni bangunan.

Pada fasilitas industri, sistem tersebut biasanya merupakan kombinasi dari beberapa lapisan perlindungan.

Contohnya:

  • Fire alarm system untuk mendeteksi dan memberikan peringatan.
  • Fire sprinkler system untuk mengendalikan kebakaran menggunakan air.
  • Hydrant system untuk menyediakan sarana pemadaman manual.
  • Fire pump untuk mendukung kebutuhan tekanan dan aliran air pemadaman.
  • Fire water tank sebagai penyedia cadangan air.
  • Fire suppression system untuk area dengan bahaya tertentu.
  • APAR untuk penanganan kebakaran tahap awal.
  • Sistem pengendalian asap dan sarana keselamatan lainnya.

Tidak semua fasilitas industri membutuhkan konfigurasi sistem yang sama.

Misalnya, area penyimpanan bahan biasa memiliki karakteristik berbeda dengan ruang yang menangani cairan mudah terbakar. Demikian pula ruang server, ruang listrik, area produksi, dan gudang memiliki kebutuhan perlindungan yang dapat berbeda.


Mengapa Industri Memerlukan Sistem Proteksi Kebakaran?

1. Industri Memiliki Beragam Sumber Risiko Kebakaran

Proses industri dapat melibatkan berbagai sumber yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran, seperti:

  • Instalasi listrik
  • Mesin produksi
  • Permukaan panas
  • Proses pembakaran
  • Pengelasan
  • Cairan mudah terbakar
  • Gas
  • Bahan kimia
  • Debu atau material mudah terbakar
  • Penyimpanan bahan baku
  • Sistem conveyor
  • Peralatan mekanis

Karena sumber bahayanya beragam, pendekatan proteksi kebakaran juga harus mempertimbangkan karakteristik masing-masing area.

Sebagai contoh, NFPA dalam pembahasan perlindungan fasilitas yang menangani cairan mudah terbakar menekankan pentingnya hazard analysis untuk menentukan sistem pemadaman yang tepat. Faktor yang dapat dipertimbangkan antara lain potensi tumpahan, karakteristik cairan, temperatur operasi, jumlah penyimpanan, tinggi plafon, karakteristik sprinkler, ukuran dan intensitas kebakaran, serta kemampuan respons darurat. (NFPA)

Artinya, memilih sistem berdasarkan nama industrinya saja belum tentu cukup.


2. Melindungi Karyawan dan Personel di Area Industri

Keselamatan manusia merupakan salah satu tujuan utama sistem proteksi kebakaran.

Pada saat terjadi kebakaran, sistem deteksi dan alarm dapat membantu memberikan peringatan sehingga personel dapat mengambil tindakan sesuai prosedur darurat.

Sementara itu, sistem seperti sprinkler, hydrant, dan fire suppression system dapat membantu mengendalikan atau memadamkan kebakaran sesuai desain dan jenis bahaya yang dihadapi.

Sistem proteksi kebakaran juga perlu dipertimbangkan bersama:

  • Jalur evakuasi
  • Emergency lighting
  • Fire alarm
  • Signage
  • Assembly point
  • Prosedur tanggap darurat
  • Pelatihan karyawan

Dengan demikian, proteksi kebakaran bukan hanya persoalan memasang peralatan, tetapi merupakan bagian dari keseluruhan strategi keselamatan fasilitas.


3. Mengurangi Potensi Kerusakan pada Fasilitas dan Peralatan

Fasilitas industri dapat memiliki aset bernilai tinggi, seperti:

  • Mesin produksi
  • Panel listrik
  • Control system
  • Conveyor
  • Kompresor
  • Boiler
  • Generator
  • Tangki penyimpanan
  • Server
  • Gudang
  • Produk jadi
  • Bahan baku

Kebakaran pada salah satu area dapat menyebabkan kerusakan langsung maupun gangguan pada area lain.

Karena itu, desain proteksi perlu memperhatikan fire area, area yang berdekatan, serta potensi penyebaran kebakaran.

NFPA juga menekankan bahwa analisis bahaya pada area industri perlu mempertimbangkan bangunan penting atau proses di sekitar area kebakaran serta potensi paparan terhadap bangunan, proses, atau penyimpanan yang berdekatan. (NFPA)


4. Membantu Menjaga Kelangsungan Operasional

Kebakaran di fasilitas industri dapat berdampak lebih jauh daripada kerusakan fisik.

Gangguan dapat terjadi pada:

Produksi → Penyimpanan → Distribusi → Pengiriman → Pelanggan

Contohnya, apabila mesin utama mengalami kerusakan akibat kebakaran, perusahaan mungkin harus menghentikan produksi sampai peralatan diperbaiki atau diganti.

Dampaknya dapat meliputi:

  • Downtime produksi
  • Keterlambatan pengiriman
  • Kerusakan produk
  • Kehilangan bahan baku
  • Biaya perbaikan
  • Gangguan rantai pasok

Karena itu, sistem proteksi kebakaran dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi dampak gangguan terhadap operasional.


Komponen Fire Protection System untuk Industri

Tidak ada satu konfigurasi yang berlaku untuk seluruh fasilitas industri. Namun, beberapa komponen berikut sering menjadi bagian dari sistem proteksi.

1. Fire Alarm System

Fire alarm berfungsi memberikan peringatan ketika terdapat indikasi kebakaran atau kondisi yang ditentukan oleh sistem.

Komponennya dapat meliputi:

  • Fire alarm control panel
  • Smoke detector
  • Heat detector
  • Manual call point
  • Alarm bell
  • Horn/strobe
  • Module
  • Monitoring system

Sistem alarm dapat diintegrasikan dengan sistem lain sesuai desain fasilitas.


2. Fire Sprinkler System

Sprinkler merupakan salah satu sistem proteksi berbasis air.

Pada kondisi tertentu, elemen sprinkler akan aktif ketika mencapai temperatur yang sesuai dengan ratingnya dan kemudian mengeluarkan air pada area yang dilindungi.

Untuk fasilitas industri, desain sprinkler perlu memperhatikan klasifikasi bahaya, karakteristik material, konfigurasi penyimpanan, tinggi ruangan, dan berbagai parameter teknis lainnya.

NFPA 13 merupakan salah satu standar yang secara khusus membahas instalasi sistem sprinkler. (NFPA)

NFPA juga mencantumkan kebutuhan perlindungan sprinkler untuk berbagai kondisi industrial occupancy dalam ketentuan tertentu, sehingga penerapannya tetap harus dilihat berdasarkan karakteristik dan kondisi bangunan yang bersangkutan. (NFPA)


3. Hydrant System

Hydrant menyediakan sarana pemadaman yang dapat digunakan oleh personel terlatih maupun tim pemadam sesuai prosedur.

Sistem dapat mencakup:

  • Hydrant box
  • Hose
  • Nozzle
  • Valve
  • Piping
  • Hydrant pillar
  • Fire pump
  • Fire water tank

Untuk fasilitas industri yang luas, jaringan hydrant perlu dirancang agar area yang membutuhkan perlindungan dapat dijangkau sesuai persyaratan desain.


4. Fire Pump

Fire pump merupakan bagian penting dari sistem proteksi berbasis air ketika diperlukan untuk menyediakan tekanan dan aliran sesuai kebutuhan sistem.

Konfigurasi dapat melibatkan:

  • Main fire pump
  • Jockey pump
  • Diesel fire pump
  • Electric fire pump
  • Controller

Pemilihan dan konfigurasi pompa harus berdasarkan kebutuhan hidraulik sistem serta desain fasilitas.


5. Fire Water Tank

Sistem proteksi berbasis air membutuhkan ketersediaan air yang memadai.

Karena itu, fasilitas industri dapat menggunakan fire water tank sebagai bagian dari sistem penyediaan air untuk kebutuhan pemadaman.

Kapasitas dan konfigurasi tangki tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan luas bangunan. Perhitungannya perlu mempertimbangkan kebutuhan sistem dan skenario desain yang berlaku.


Sistem Pemadaman Khusus untuk Area Industri

Salah satu hal penting dalam proteksi fasilitas industri adalah memahami bahwa air tidak selalu menjadi satu-satunya pilihan agen pemadam.

Untuk bahaya tertentu, diperlukan sistem khusus.

Foam Fire Suppression

Foam dapat digunakan untuk aplikasi tertentu yang melibatkan cairan mudah terbakar atau bahaya khusus.

NFPA 11 secara khusus membahas sistem foam dengan ekspansi rendah, sedang, dan tinggi. (NFPA)

Aplikasinya dapat ditemukan pada fasilitas tertentu seperti area penyimpanan atau proses yang memiliki risiko cairan mudah terbakar.


Water Mist

Water mist menggunakan air dalam bentuk droplet yang sangat kecil.

Teknologi ini dapat digunakan untuk aplikasi khusus, termasuk beberapa area industri.

NFPA 750 merupakan salah satu standar yang berkaitan dengan sistem water mist. Dokumen NFPA juga mencantumkan berbagai aplikasi seperti machinery spaces, combustion turbines, processing equipment, industrial oil cookers, cable tunnels, serta beberapa bahaya cairan mudah terbakar. (NFPA)

Namun, penggunaan water mist harus ditentukan berdasarkan aplikasi dan desain sistem yang sesuai.


Dry Chemical System

Sistem dry chemical dapat digunakan pada aplikasi tertentu yang membutuhkan media pemadam kimia.

NFPA 17 merupakan salah satu standar yang berkaitan dengan sistem dry chemical. (NFPA)

Sistem ini dapat dipertimbangkan untuk area atau peralatan tertentu berdasarkan karakteristik bahayanya.


Clean Agent

Untuk ruangan yang memiliki peralatan sensitif, seperti fasilitas elektronik tertentu, sistem clean agent dapat menjadi salah satu pilihan.

Tujuannya adalah memberikan perlindungan tanpa menggunakan air sebagai media utama.

Contoh area yang dapat memerlukan pendekatan khusus antara lain:

  • Ruang server
  • Ruang kontrol
  • Ruang elektronik
  • Control room

Pemilihan agen dan sistem harus mempertimbangkan jenis bahaya, keberadaan manusia, karakteristik ruangan, dan standar yang relevan.


Bagaimana Menentukan Fire Protection System untuk Industri?

Pemilihan sistem sebaiknya dimulai dari analisis risiko, bukan dari produk.

Berikut tahapan yang dapat digunakan sebagai kerangka.

1. Identifikasi Bahaya

Identifikasi sumber bahaya di setiap area.

Misalnya:

Area Potensi Risiko
Production Area Mesin, panas, material proses
Warehouse Penyimpanan material
Electrical Room Peralatan listrik
Server Room Peralatan elektronik
Chemical Storage Bahan kimia/cairan tertentu
Loading Area Kendaraan dan aktivitas pemindahan
Utility Area Boiler, generator, compressor

Ini merupakan gambaran umum. Risiko aktual perlu dianalisis berdasarkan proses dan material yang benar-benar digunakan.


2. Tentukan Tujuan Perlindungan

Perusahaan perlu menentukan tujuan sistem.

Apakah sistem ditujukan untuk:

  • Melindungi manusia?
  • Mengendalikan kebakaran?
  • Memadamkan kebakaran?
  • Melindungi aset tertentu?
  • Membatasi penyebaran kebakaran?
  • Menjaga kontinuitas operasi?

Tujuan tersebut akan memengaruhi pendekatan desain.


3. Analisis Karakteristik Material

Material yang digunakan dalam proses produksi dapat memengaruhi jenis sistem yang diperlukan.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Apakah material mudah terbakar?
  • Apakah berbentuk cair?
  • Apakah berbentuk gas?
  • Apakah menghasilkan debu?
  • Bagaimana temperatur proses?
  • Berapa jumlah material yang disimpan?
  • Bagaimana metode penyimpanannya?

Untuk area yang menggunakan cairan mudah terbakar, NFPA menekankan bahwa hazard analysis perlu mempertimbangkan karakteristik cairan, jumlah penyimpanan, temperatur, potensi tumpahan, hingga ukuran kebakaran yang diperkirakan. (NFPA)


Integrasi Fire Protection System di Fasilitas Industri

Sistem yang baik tidak hanya terdiri dari peralatan yang berdiri sendiri.

Contoh integrasi sederhana:

Detector
↓
Fire Alarm Control Panel
↓
Alarm & Notification
↓
Emergency Response

Sementara sistem pemadaman dapat bekerja melalui jalur tersendiri:

Fire Detection / Activation
↓
Suppression System
↓
Fire Pump / Agent Supply
↓
Fire Suppression

Pada fasilitas yang lebih kompleks, sistem tersebut dapat terhubung dengan sistem monitoring atau building management system sesuai kebutuhan desain.

Tujuan integrasi adalah memastikan informasi dan respons terhadap kejadian kebakaran dapat berjalan secara terkoordinasi.


Instalasi Fire Protection System untuk Industri

Instalasi merupakan tahap penting karena sistem yang telah dirancang tetap harus dipasang sesuai desain.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Desain

Sistem perlu dirancang berdasarkan kondisi aktual fasilitas.

Pemilihan Peralatan

Komponen harus memiliki spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan sistem.

Pemasangan

Piping, valve, sprinkler, detector, panel, pump, dan komponen lain perlu dipasang sesuai desain dan persyaratan teknis.

Testing & Commissioning

Setelah instalasi selesai, sistem perlu diuji untuk memastikan fungsi dan integrasinya sesuai dengan desain.

Dokumentasi

Dokumentasi sistem juga penting untuk memudahkan pemeriksaan, maintenance, troubleshooting, dan perubahan sistem di masa mendatang.


Maintenance Fire Protection System di Industri

Instalasi yang baik harus diikuti pemeliharaan yang baik.

Fasilitas industri dapat beroperasi selama bertahun-tahun. Dalam periode tersebut, kondisi peralatan dapat berubah akibat penggunaan, lingkungan, korosi, perubahan layout, atau modifikasi fasilitas.

Karena itu, perusahaan perlu menjalankan program:

Inspection → Testing → Maintenance → Documentation

Contoh aktivitasnya dapat meliputi:

  • Pemeriksaan sprinkler
  • Pemeriksaan hydrant
  • Pengujian fire pump
  • Pemeriksaan valve
  • Pengujian fire alarm
  • Pemeriksaan detector
  • Pemeriksaan fire water tank
  • Pemeriksaan piping
  • Perbaikan komponen
  • Penggantian komponen yang rusak
  • Dokumentasi hasil pemeriksaan

NFPA 25 merupakan standar yang secara khusus membahas inspection, testing, and maintenance untuk sistem proteksi kebakaran berbasis air. (NFPA Xchange)


Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Perusahaan

Sebelum menentukan sistem, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan beberapa aspek berikut:

Faktor Pertanyaan
Jenis Industri Aktivitas utama apa yang dilakukan?
Material Apa saja bahan yang digunakan dan disimpan?
Bangunan Berapa luas dan tinggi fasilitas?
Proses Apakah terdapat proses panas atau bertekanan?
Penyimpanan Bagaimana material disimpan?
Risiko Apa skenario kebakaran yang paling relevan?
Personel Berapa banyak orang yang bekerja di fasilitas?
Sistem Eksisting Sistem apa yang sudah tersedia?
Regulasi Persyaratan apa yang berlaku di lokasi?
Maintenance Bagaimana sistem akan diperiksa dan dipelihara?

Pendekatan ini membantu perusahaan menghindari keputusan yang hanya berorientasi pada pembelian peralatan.


Standar dan Regulasi Fire Protection

Beberapa standar dan regulasi yang dapat menjadi referensi antara lain:

Regulasi Indonesia

Permen PUPR No. 26/PRT/M/2008 mengatur persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan dan tercatat berstatus berlaku pada JDIH BPK. (BPK Peraturan)

PP No. 16 Tahun 2021 mengatur penyelenggaraan bangunan gedung dan menjadi kerangka regulasi yang kemudian dilengkapi dengan ketentuan teknis lainnya. (BPK Peraturan)

Standar NFPA

Beberapa standar NFPA yang relevan berdasarkan jenis sistem antara lain:

  • NFPA 10 — Portable Fire Extinguishers
  • NFPA 11 — Foam
  • NFPA 13 — Sprinkler Systems
  • NFPA 17 — Dry Chemical
  • NFPA 25 — Inspection, Testing, and Maintenance
  • NFPA 30 — Flammable and Combustible Liquids
  • NFPA 72 — Fire Alarm and Signaling
  • NFPA 750 — Water Mist
  • NFPA 2001 — Clean Agent Fire Extinguishing Systems

Daftar standar tersebut menunjukkan bahwa proteksi kebakaran industri memang mencakup berbagai pendekatan yang berbeda. (NFPA)

Standar yang digunakan pada proyek tertentu harus ditentukan berdasarkan jenis fasilitas, sistem, risiko, persyaratan regulator, serta standar desain yang berlaku.


Contoh Penerapan Fire Protection System

Fasilitas Contoh Sistem
Pabrik manufaktur Sprinkler, hydrant, fire alarm
Gudang Sprinkler, hydrant, fire alarm
Chemical facility Sistem khusus berdasarkan hazard analysis
Electrical room Detection dan suppression sesuai risiko
Server room Detection dan clean agent sesuai desain
Area produksi Sprinkler/suppression sesuai proses
Utility area Protection sesuai peralatan dan risiko
Storage area Sprinkler dan sistem pendukung sesuai karakteristik penyimpanan

Tabel tersebut hanya memberikan contoh umum. Sistem aktual harus ditentukan berdasarkan analisis bahaya dan persyaratan teknis fasilitas.


Kesalahan yang Perlu Dihindari

Memilih Sistem Hanya Berdasarkan Harga

Sistem termurah belum tentu sesuai dengan risiko fasilitas.

Yang perlu dibandingkan bukan hanya harga peralatan, tetapi juga:

  • Kesesuaian sistem
  • Spesifikasi
  • Standar
  • Instalasi
  • Commissioning
  • Maintenance
  • Ketersediaan spare part
  • Dukungan teknis

Menggunakan Sistem yang Sama untuk Semua Area

Satu fasilitas dapat memiliki beberapa tingkat dan jenis bahaya.

Sistem untuk gudang tidak otomatis cocok untuk ruang listrik atau area proses yang menggunakan cairan mudah terbakar.

Mengabaikan Maintenance

Sistem yang tidak diperiksa secara berkala dapat mengalami penurunan kondisi tanpa diketahui.

Tidak Memperbarui Sistem Setelah Renovasi

Perubahan layout atau proses produksi dapat mengubah karakteristik risiko.

Karena itu, setiap perubahan besar pada fasilitas sebaiknya diikuti evaluasi sistem proteksi kebakaran.


FAQ Fire Protection System untuk Industri

1. Apa yang dimaksud dengan fire protection system untuk industri?

Fire protection system untuk industri adalah rangkaian sistem proteksi yang dirancang untuk mendeteksi, memberikan peringatan, mengendalikan, atau memadamkan kebakaran pada fasilitas industri sesuai karakteristik risiko dan kebutuhan bangunan.

2. Apakah semua pabrik membutuhkan sprinkler?

Kebutuhan sprinkler bergantung pada fungsi bangunan, tingkat bahaya, luas dan konfigurasi fasilitas, material, serta persyaratan desain yang berlaku. Ketentuan untuk industrial occupancy dapat berbeda berdasarkan kondisi fasilitas. (NFPA)

3. Apakah hydrant saja cukup untuk melindungi fasilitas industri?

Tidak dapat ditentukan secara umum. Hydrant merupakan salah satu bagian dari sistem proteksi. Kebutuhan perlindungan dapat mencakup fire alarm, sprinkler, suppression system, APAR, fire pump, dan sistem lainnya berdasarkan hasil analisis risiko.

4. Kapan industri membutuhkan fire suppression system khusus?

Sistem khusus dapat dipertimbangkan ketika karakteristik bahaya tidak cukup ditangani oleh sistem standar atau membutuhkan media pemadam tertentu. Contohnya area dengan bahaya cairan mudah terbakar, peralatan tertentu, atau ruang elektronik.

5. Mengapa hazard analysis penting?

Karena karakteristik kebakaran dapat berbeda berdasarkan material, proses, penyimpanan, temperatur, ukuran ruangan, dan kondisi fasilitas. NFPA secara khusus menekankan hazard analysis untuk menentukan sistem pemadaman yang tepat pada aplikasi tertentu. (NFPA)

6. Apakah fire protection system perlu dilakukan maintenance?

Ya. Sistem perlu diperiksa, diuji, dan dipelihara agar tetap berada dalam kondisi operasional. Untuk sistem proteksi berbasis air, NFPA 25 secara khusus membahas kegiatan inspection, testing, and maintenance. (NFPA Xchange)

7. Apakah sistem fire protection dapat dirancang untuk semua jenis industri?

Sistem dapat dirancang sesuai kebutuhan fasilitas, tetapi tidak berarti satu desain dapat digunakan untuk semua industri. Setiap fasilitas perlu dievaluasi berdasarkan karakteristik bangunan, proses, material, penyimpanan, dan risiko kebakarannya.


Kesimpulan

Fire protection system untuk industri merupakan bagian penting dari strategi perlindungan fasilitas, bukan sekadar kumpulan peralatan pemadam kebakaran.

Fasilitas industri memiliki karakteristik risiko yang beragam sehingga sistem perlu dirancang berdasarkan hazard analysis, karakteristik proses, material, bangunan, penyimpanan, dan tujuan perlindungan.

Mulai dari fire alarm, sprinkler, hydrant, fire pump, fire water tank hingga sistem suppression khusus, setiap komponen memiliki fungsi dan penerapan yang berbeda.

Yang tidak kalah penting, sistem yang telah terpasang perlu diperiksa, diuji, dan dipelihara secara berkala. Dengan pendekatan yang terencana, perusahaan dapat membangun sistem proteksi yang lebih sesuai dengan kebutuhan fasilitas dan mendukung kesiapan menghadapi risiko kebakaran.

Butuh Solusi Fire Protection untuk Fasilitas Industri?

PT Citra Inti Semesta menyediakan solusi di bidang fire suppression dan firefighting, mencakup desain, penyediaan peralatan, instalasi, dan maintenance. Profil perusahaan menyebutkan bahwa CINTISTA telah menyediakan solusi tersebut sejak 2008 dan ditunjuk sebagai Authorized Distributor Tyco Fire Protection Products di Indonesia sejak 2016.

Untuk kebutuhan fire protection system, fire suppression system, pengadaan peralatan, instalasi, maupun maintenance, kebutuhan fasilitas dapat dikonsultasikan berdasarkan karakteristik dan risiko area yang akan dilindungi.